Featured Posts Coolbthemes

Sponsort

Adsense Two [468 x 60]

ASAL MULA ACEH DISEBUT SERAMBI MEKKAH

Khamis, 17 Disember 2015



Pada abad ke 15 M, Aceh pernah mendapat gelar yang sangat terhormat dari umat Islam nusantara. Negeri ini dijuluki “Serambi Mekkah” sebuah gelar yang penuh bernuansa keagamaan, keimanan, dan ketaqwaan. Menurut analisis pakar sejarawan, ada 5 sebab mengapa Aceh menyandang gelar mulia itu. 

Pertama, Aceh merupakan daerah perdana masuk Islam di Nusantara, tepatnya di kawasan pantai Timur, Peureulak, dan Pasai. Dari Aceh Islam berkembang sangat cepat ke seluruh nusantara sampai ke Philipina. Mubaligh-mubaligh Aceh meninggalkan kampung halaman untuk menyebarkan agama Allah kepada manusia. Beberapa orang di antara Wali Songo yang membawa Islam ke Jawa berasal dari Aceh, yakni Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ngampel, dan Syarif Hidayatullah.

Peta Kuno Samudra



Kedua, Daerah Aceh pernah menjadi kiblat ilmu pengetahuan di Nusantara dengan hadirnya Jami’ah Baiturrahman (Universitas Baiturrahman) lengkap dengan berbagai fakultas. Para mahasiswa yang menuntut ilmu di Aceh datang dari berbagai penjuru dunia, dariTurki, Palestina, India, Bangladesh, Pattani, Mindanau, Malaya, Brunei Darussalam, dan Makassar.

Jami’ah Baiturrahman (Universitas Baiturrahman)


Ketiga, Kerajaan Aceh Darussalam pernah mendapat pengakuan dari Syarif Makkah atas nama Khalifah Islam di Turki bahwa Kerajaan Aceh adalah “pelindung” kerajaan-kerajaan Islam lainnya di Nusantara. Karena itu seluruh sultan-sultan nusantara mengakui Sulatan Aceh sebagai “payung” mereka dalam menjalankan tugas kerajaan. 

Kerajaan Aceh Darussalam


Keempat, Daerah Aceh pernah menjadi pangkalan/pelabuhan Haji untuk seluruh nusantara. Orang-orang muslim nusantara yang naik haji ke Makkah dengankapal laut, sebelum mengarungi Samudra Hindia menghabiskan waktu sampai enam bulan di Bandar Aceh Darussalam. Kampung-kampung sekitar Pelanggahan sekarang menjadi tempat persinggahan jamaah haji dulunya.

Pelabuhan Haji


Kelima, Banyak persamaan antara Aceh (saat itu) dengan Makkah, sama-sama Islam, bermazhab Syafi’i, berbudaya Islam, berpakaian Islam, berhiburan Islam, dan berhukum dengan hukum Islam. Seluruh penduduk Makkah beragama Islam dan seluruh penduduk Aceh juga Islam.

Orang Aceh masuk dalam agama Islam secara kaffah (totalitas), tidak ada campur adukantara adat kebiasaan dengan ajaran Islam, tetapi kalau sekarang sudah mulai memudar.



Memang mendengar kata serambi mekkah, mungkin sudah tidak asing lagi dibenak kita, namun tahukah anda siapa yang pertama sekali memberi sebutan aceh dengan nama serambi mekkah ?
 
1. apakah si bapak presiden pertama indonesia,soekarno?
2. apakah b.j habibie ? 
3. atau para pejuang lainnya yang berasal dari aceh, teuku umar misalnya ?

sebutan ''Serambi mekkah'' semuanya berawal ketika sang penjaga makam nabi Muhammad SAW yang bernama Syekh Ismail, beliau juga masih keponakan nabi. suatu malam beliau bermimpi bertemu Rasulullah, dan rasulullah berpesan kepadanya 

"wahai saudaraku,ambillah 5 pucuk surat yang ada di dalam ka'bah,dan carilah siapa anak manusia yang bisa membaca dan memberi makna akan isi surat tersebut"

kira kira seperti itulah percakapan mereka, lantas beliau tidak begitu saja percaya dengan mimpi tersebut, malam besoknya beliau kembali bermimpi seperti semula, dan terus berlanjut hingga ketiga kalinya, akhirnya beliau memutuskan untuk bertanya pada para sahabat dan ulama ulama disana tentang kebenaran mimpi tersebut, yang ditanyapun menyarankan agar beliau segera melaksanakan apa yang di perintahkan oleh Rasulullah, akhirnya beliau pergi menjelajahi semua benua di dunia ini, dari afrika ke amerika, dari amerika ke eropa dan terus berlanjut kebenua benua yang lainnya,

Perlu diingat saat hendak berkelana menjadi musafir ke seluruh dunia beliau saat itu berumur 20 tahun, tidak ada satu anak manusiapun yang bisa membaca surat dari dalam ka'bah yang ditulis oleh Rasulullah tersebut, setiap orang yang ditemuinya ia jelaskan maksud kedatangannya dan ia suruh baca dan artikan surat tersebut, namun tak ada satupun anak manusia yang bisa membacanya. 

Beliau hampir putus asa, dan suatu ketika beliau hendak kembali ke negerinya, di saat hendak naik ke kapal di dekat perairan selat malaka, pada saat itu selat malaka masih dalam kekuasaan kerajaan Aceh, beliau bertemu seorang pemuda yang sangat gagah perkasa, beliau bertanya asal usul pemuda tersebut dan menjelaskan maksud pengembaraan beliau yang saat itu beliau sudah menginjak tahun yang ke 80.

Saat itu beliau kira kira sudah berumur 100 tahun, kemudian sang pemuda mencoba membaca dan mengartikan makna dari isi surat - surat tersebut, alangkah terkejutnya syekh ismail ketika mendengar si pemuda tersebut dengan lancarnya menerjemahkan isi dari surat - surat yang di titipkan Rasulullah, lalu beliau bertanya siapa nama si pemuda tersebut, ya dialah MEURAH SILEU. atau bila diartikan dalam bahasa indonesia berarti merah silau, yang kini lebih di kenal dengan nama MAULANA MALIK IBRAHIM. dan lebih di kenal lagi dengan nama MALIKUSSALEH. dia lah pemuda yang gagah perkasa yang bukan hanya mengandalkan ketampanannya saja, tapi ia bisa membaca dan mengartikan surat penting dari Rasulullah SAW. Sungguh membanggakan, jadi bukan sembarangan orang yang memberi nama aceh serambi mekkah, tetapi nabi muhammad SAW sendiri yang memberi nama mulia tersebut, ini semua terlepas dari pro dan kontra di kalangan masyarakat kita, tetapi saat ini pantaskah aceh yang sekarang masih disebut dengan serambi mekkah karena dilihat dari merosotnya moral di sebagian masyarakat dan kalangan muda.

sumber :

1.  khatib lebaran idul fitri mesjid aree. di garot, sigli.
2. Tgk abdul aziz syah, Dakwah islam Maulid Nabi Muhammad SAW. di Lambunot, Aceh Besar .
Read Post | ulasan

Turki dan Swedia berkomitemen mendukung Kemerdekaan Aceh


meuria.net -Turki dan Swedia sudah berkomitemen mendukung Kemerdekaan Aceh. Komitmen ini terkait jasa Aceh (cq. ZN ABD) membantu Konflik Swedia­Turki. Turki mendukung kemerdekaan Aceh juga terkait romantisme Kejayaan negara Islam masa lalu, Turki dan Aceh, yang mesra akan diwujudkan Kembali. 

Cina bahkan sudah sepakat akan mendapat konsesi sebagai kontraktor utama Eksplorasi Migas di Seumelu, Aceh, yang cadangannya diperkiarakan mencapai 358 miliar barel, terbesar di Dunia. Kemerdekaan Papua akan diikuti oleh Kemerdekaan Aceh. 

Rencana ini sudah disepakati Gubernur Aceh – PM Australia di Canberra medio 2014 lalu. NKRI bisa bubar..! Bubarnya NKRI dan munculnya 5­6 negara baru di eks RI sesuai dengan tujuan “Clinton Programm’ 1998 lalu. Ingat selama Partai Demokrat berkuasa, RI akan diobok­obok oleh AS. Negara ASEAN juga menerapkan Standar Ganda. Di satu pihak secara resmi menolak diinsintergasi RI tapi dibelakang mereka setuju dengan rencana itu. 

Hal ini biasa dalam dunia diplomatik. RI yang besar dan kuat akan menjadi ancaman bagi negara­negara ASEAN lain. Mereka ingin RI dalam kondisi lemah dan terpecah­belah. Namun jangan sampai terjadi Gejolak Kawasan. Memecah Indonesia menjadi 5­6 Negara Merdeka tanpa gejolak adalah PR terbesar RRC, AS, Eropa, Australia, Israel dan ASEAN. Apakah berhasil..?

Apakah konspirasi global berhasil memecah RI menjadi 5­6 negara baru yang berdaulat tanpa terjerumus dalam gejolak politik dan militer yang berdarah-­darah? Atau bisa jadi RI akan terpecah­belah meniru nasib negara-­negara Balkan dengan gejolak politik­ militer yang memakan korban jiwa hampir satu juta Jiwa mati sia-­sia? 

Satu­satunya pilar kekuatan RI yang masih Solid adalah TNI. Pilar Utama Indonesia yang lain adalah Islam. Tapi Islam sudah dihancurkan, berantakan. Tak Solid lagi. Sementara Rakyat RI sudah tak jelas jiwa patriotisme dan nasionalismenya. Mati bersama Ideologi Pancasila akibat Reformasi Kebablasan & Media Fitnah. Karakter Bangsa Indonesia kini acak kadut. Menuhankan materialisme, hedonisme dan liberalisme.
Read Post | ulasan

Inilah Pengkhianatan Indonesia Untuk Aceh, Siapakah MUNAFIK?

Khamis, 28 Mei 2015


Sebagai warga negara Indonesia sungguh keterlaluan jika tidak mengenal Aceh. Karena letaknya diujung oleh karenanya banyak yang menganggap Aceh sesuatu yang asing dang terbelakang. Apalagi Aceh hadir dengan otonomi tersendiri yang khas agamanya membuat Aceh sering dimaki dan dihina pada zaman sekular ini.

Aceh dahulu merupakan negri yang hebat dan makmur. Letaknya yang strategis membuat Aceh menjadi tempat berdagang yang sangat padat. Ditambah lagi kesuburan negri dengan berkah rempah-rempahnya.

Dahulu Aceh merupakan daerah berdaulat, kekuasaannya memanjang dari Malaka sampai ke Thailand. Mungkin anda mengenali ciri khas Thailand dengan gajah putihnya. Gajah putih ini sendiri dikenal dan erat dengan Aceh. Sultan Perlak pada 1146 juga gemar mengendarai gajah berhias emas, sebagaimana dikutip Djamil dari Kitab Rihlah Abu Ishak al-Makarany. Sementara Marcopolo menyebut Samudra Pasai sebagai kerajaan yang mempunyai banyak gajah, dan sebagian besar kepunyaan raja.

Tugu Gajah Putih di depan Kodim Iskandar Muda
Dalam Rihlah Ibnu Batutah, Ibnu Batutah memberikan deskripsi lebih lengkap mengenai gajah Samudra Pasai pada 1345. Selain dimiliki Raja, gajah-gajah itu juga menjadi bagian armada perang kerajaan. Jumlahnya 300 gajah. Meski untuk berperang, gajah-gajah itu tetap dihias. Menurutnya, kekuatan dan kemegahan armada Gajah Samudra Pasai hanya bisa disaingi oleh Kerajaan Delhi (India).

Kebesaran kerajaan Aceh menjadikan Aceh salah satu negri yang setara dengan negri-negri besar Islam lainnya.Saking berdaulatnya, tidak ada satu bangsapun mencoba menjajah Aceh. Sejak kedatangan Portugis hingga Jepang. Bahkan peperangan rakyat Aceh terhadap pemerintah.

Saat Malaka berada dibawah lindungan Inggris, fihak Inggris pun mengakui kedaulatan Aceh. Disaat Indonesia tepatnya Sumatra sudah dikuasai Belanda, Aceh yang saat itu bersatu dengan Malaka dibawah lindungan Inggrispun hendak dikuasai oleh Belanda. Aceh dengan terang-terangan menolak Belanda, hingga dibuatlah perjanjian Belanda dengan Inggris yang dikenal dengan Traktat Sumatra yang isinya dimana bekas jajahan Belanda di Afrika (Gold Coast -sekarang Ghana) diserahkan kepada Inggris dan jajahan Inggris di Sumatera (yaitu Bengkulu) diserahkan kepada Belanda. Untuk menguasai seluruh Sumatera jika perlu Belanda akan memerangi Aceh. Perjanjian ini ditanda tangani tahun 1871. Dan dari situlah meletusnya perjuangan Aceh, saat kedatangan Belanda rakyat Aceh langsung dapat membunuh panglima besar angkatan perng Belanda Jendral Kohler didepan Mesjid Raya Baiturrahman.

Ilustrasi Terbunuhnya Kohler
Bukan itu saja jasa Aceh untuk Indonesia, Aceh merupakan salah satu wilayah yang tidak sempat dijajah seluruhnya oleh Belanda. Hingga pada saat Indonesia lumpuh saat agresi Belanda kedua dan Yogyakarta serta Bukittinggi yang saat itu menjadi Ibu kota Indonesia jatuh ditangan Belanda maka Aceh lah satu-satunya daerah yang masih bertahan.

Tidak ada pilihan lain, presiden Soekarno terpaksa mengasingkan diri ke Aceh. Tepatnya di Bireuen,yang relatif aman. Soekarno hijrah ke Bireuen dengan menumpang pesawat udara Dakota. Pesawat udara khusus yang dipiloti Teuku Iskandar itu, mendarat dengan mulus di lapangan terbang sipil Cot Gapu pada Juni 1948 yang kemudian disambut oleh Tgk Daod Bereueh panglima Divisi X, Kolonel Hussein Joesoef, para perwira militer Divisi X, alim ulama dan para tokoh masyarakat.

Di Istana Negara Bireuen


Seminggu Presiden Soekarno berada di Bireun, aktifitas militer pun berpusat disana sehingga kota Bireun pun dikenal dengan Kota Juang.

Ir. Soekarno memanggil Tgk Daud Bereueh dengan sebutan kakak. Dalam sebuah dialog Ir. Soekarno meminta Tgk Daud Bereueh untuk mengajak rakyat Aceh agar memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tgk Daud Bereueh menerima permintaan Ir Soekarno dengan syarat agar perjuangan rakyat Aceh adalam fisabilillah. Ir Soekarno mengiyakan, "Kakak! Memang yang saya maksudkan adalah perang yang seperti telah dikobarkan oleh pahlawan-pahlawan Aceh yang terkenal seperti Teungku Cik Di Tiro dan lain-lain, yaitu perang yang tidak kenal mundur, perang yang bersemboyan merdeka atau syahid." ujarnya.

Tgk Daud Bereueh meminta kepada Ir. Soekarno agar kelak jika perjuangan ini telah usai agar diberikan kebebasan kepada Aceh untuk menerapkan Syariat Islam. Sang Presiden pun mengabulkan permintaannya. Tgk Daud meminta kepada Soekarno agar menanda tangani hitam diatas putih agar dinampakkan kepada rakyat Aceh. Soekarno bersumpah akan hal itu. Namun, karena terisak-isak, Tgk Daud pun tidak memaksa lagi sang Presiden.Dialog lengkapnya bisa dibaca disini.

Di hotel Atjeh
16 Juni 1948, Bung Karno dan Tgk Daud Bereueh dari Bireun berkunjung ke Kutaraja (sekarang Banda Aceh) tepatnya di Atjeh Hotel seraya mengutarakan kebutuhan RI akan pesawat buat memperkuat pertahanan udara dan mempererat hubungan antarpulau. Diceritakan Presiden Soekarno sempat mogok makan sebelum diberikan jawaban oleh Tgk Daod Bereueh. Dalam dua hari, pengusaha Aceh yang tergabung dalam Gabungan Saudagar Indonesia Daerah Aceh (Gasida) berhasil mengumpulkan 130 ribu straits-dollar, dengan ditambah emas 20 kilogram. Uang itu sejatinya cukup untuk membeli dua pesawat. Pesawat ini dikenal dengan nama Dakota RI 001 Seulawah dan Dakota RI 002 Seulawah yang merupakan cikal bakal kedirgantaraan di Indonesia. Dengan kata lain, rakyat Aceh memiliki saham atas perusahaan penerbangan Indonesia, Garuda.


Radio Hervenzent Belanda di Batavia menyiarkan bahwa Indonesia sudah tidak ada lagi. Maka bangkitlah Radio Rimba Raya yang mengudara ke seluruh dunia pada 20 Desember 1948  untuk memblokade siaran propaganda dalam enam bahasa, Indonesia, Inggris, Urdu, Cina, belanda dan bahasa Arab. Dalam siaran bohong Radio Belanda seluruh wilayah nusantara sudah habis dikuasai Belanda. Padahal, Aceh masih tetap utuh dan tak pernah berhasil dikuasai Belanda.



Oleh karenanya Pesawat Dakota RI 001 dan 002 serta Radio Rimba Raya adalah cikal-bakal Garuda Air Ways dan Radio RRI saat ini.

Setahun kemudian Aceh bersedia dijadikan satu provinsi sebagai bagian dari NKRI. Namun pada tahun 1951, belum kering bibir mengucap, Provinsi Aceh dibubarkan pemerintah pusat dan disatukan dengan Provinsi Sumatera Utara. Di lain kesempatan, di hadapan ribuan pendukungnya di Sulawesi, Soekarno pidato berapi-api, "Tak ada Syariat Islam di Indonesia!"Dek! Rakyat Aceh tersentak.

Teringat ucapan manis dibibir akan janji dahulu.
"Untuk apa Indonesia merdeka?" Sukarno menjawab: "Untuk Islam kak". Dia memanggil kakak kepada saya. Saya tanya lagi, "betulkah ini?". Jawabnya, "betul kak". Saya tanya sekali lagi, "betulkah ini?". Dia jawab, "betul kak". Saya ulangi lagi, "betulkah ini ?".  Jawabnya "...Waallah Billah, Atjeh nanti akan saya beri hak untuk menjusun rumah tangganja sendiri sesuai Syari’at Islam. Akan saya pergunakan pengaruh saya agar rakjat Aceh benar-benar dapat melaksanakan Syari’at Islam. Apakah Kakak masih ragu...?? (Tgk Daud Bereueh)
Rakyat Aceh sangat tidak suka dikhianati. Abu Daud Bereueh pun bangkit, didirikannya lah DI/TII sebagai bentuk perlawanan dari pengkhiatanan. Rakyat Aceh porak-porannda setelah sekian lama berjuang membela Indonesia, memberikannya harta benda dan jiwa. Namun dibalas dengan Racun. Baca juga: Daud Bereueh di Bius dan Dibawa Paksa

Soekarno mangkat, Jenderal Soeharto naik tahta. Ternyata, tak juga perubahan dirasakan rakyat Aceh. Penderitaan semakin berat. Luka semakin tersayat-sayat. Mengiris-mengiris bagai sembilu di dada rakyat Aceh.

Soeharto memang sukses menumpas DI/TII. Tapi Soeharto tak pernah bermimpi bisa melumpuhkan perjuangan gerakan pemberontak baru di Aceh yang menamakan diri mereka GAM (Gerakan Aceh Merdeka). Pentolan- pentolan GAM seperti Hasan Tiro (cucu pahlawan Teuku Tjik Di Tiro- pen) meminta restu pada Daud Bereueh untuk meneruskan perjuangan DII/TII yang telah mengarah pada upaya mewujudkan Negara Islam Aceh Merdeka.

Soeharto tak hilang akal, DOM (Daerah Operasi Militer) Jilid I dan DOM Jilid II pun digelar. Puluhan ribu tentara dikirim ke Aceh. Dari berbagai satuan dan bermacam nama operasi. Yang terkenal adalah Operasi Jaring Merah yang disinyalir telah melakukan pembantaian besar-besaran di Aceh.


Pembantaian rakyat Aceh di Simpang KKA dalam Operasi Militer

Pengkhianatan-pengkhianan terus berlanjut sampai sekarang. Anda pasti tahu Tugu Monas yang dihiasi oleh 28 kg emas dan dibanggakan warga Jakarta itu kan?. Perkenalkan, namanya Teuku Markam salah seorang saudagar kaya dari Aceh keturunan Ulebalang (panglima kerajaan) yang hidup juga pada masa Soekarno. Juga salah seorang pasukan Tentara Rakyat Indonesia dengan pangkat Letnan Satu. Bisnis Teuku Markam dengan Pt. Karkam mengimpor mobil Toyota Hardtop dari Jepang, besi beton, plat baja dan mengimpor senjata atas persetujuan Departemen Pertahanan dan Keamanan (Dephankam) dan Presiden. Komitmen Teuku Markam adalah mendukung perjuangan RI sepenuhnya termasuk pembebasan Irian Barat serta pemberantasan buta huruf yang dilakukan oleh Soekarno.

Teuku Markam (lingkar merah) bersama Teuku Umar
Seperti pejuang Aceh lainnya. Teuku Markam kemudian dikhianati dan difitnah sebagai PKI, Koruptor, dan Soekarnoisme pada kepemimpinan Soeharto. Pada tahun 1966 ia ditahan tanpa proses pengadilan. Soeharto, Ketua Presidium Kabinet Ampera I, pada 14 Agustus 1966 mengambil alih aset Teuku Markam berupa perkantoran, tanah dan lain-lain, yang kemudian dikelola PT. PP Berdikari yang didirikan Suhardiman, Bustanil Arifin, Amran Zamzami atas nama pemerintahan RI. Pada tahun 1974, Soeharto mengeluarkan Keppres N0 31 Tahun 1974 yang isinya antara lain penegasan status harta kekayaan eks PT Karkam/PT Aslam/PT Sinar Pagi yang diambil alih pemerintahan RI tahun 1966 berstatus pinjaman yang nilainya Rp 411.314.924 sebagai modal negara di PT. PP Berdikari. Dan pada tahun 1974 ia bebas, 1985 ia meninggal akibat kompilasi penyakit.

Monas dengan emas 20 KG yang dibangga-banggakan warga Jakarta itu merupakan sumbangan saudagar dari Aceh
Lihatlah bagaimana rakyat Aceh terus-terusan dikhianati setelah ketulusan harta dan jiwa diberikan kepada pemerintah. Perlu anda ketahui, rakyat Aceh dikenal sebagai kesatri perang. Tidak hanya lelaki, wanita juga pernah menjadi laskar-laskar di tanah rencong ini. Hikayat Prang Sabi (Hikayat perang fisabilillah) merupakan syair ruh jiwa Aceh yang berani berperang membela Islam.

Dan kini banyak kita lihat komentar-komentar netizen di media sosial dan internet dengan mengatakan Aceh itu Munafik. Namun coba anda baca sekali lagi kisan ini, anda akan mengetahui siapa sebenarnya yang Munafik itu, semestinya anda sadar.

Sikap kurang ajar pemerintah di Jawa itulah yang kemudian membuat rakyat Aceh benci kepada mereka. Sudah hal wajar rakyat Aceh marah karena janji-janji tidak ditepati serta ketulusan telah dikhianati. Dan dari itulah, wajar Aceh meminta memerdekakan diri serta memperjuangkan hak mereka sendiri untuk membangun negri dibawah Syariat Islam.

Anda tidak ada hak mengecap Aceh Munafik! karena anda tidak mengerti bagaimana perjuangan bangsa Aceh. Dan juga anda tidak ada hak untuk mengkomentari atas hukum-hukum atau Qanun yang ditetapkan oleh pemerintah Aceh kepada rakyat Aceh.

Setidaknya anda sadar bahwa anda sedang menikmati dari hasil jerih payah rakyat Aceh. Dan mereka rakyat Aceh bisa saja merebut kembali, bahkan pula emas diatas monas itu. Open your eyes and think smart!

sumber: http://www.zulfanafdhilla.com/2015/05/inilah-pengkhianatan-indonesia-untuk.html
Read Post | ulasan

Prabowo Terbakar di BBC News

Ahad, 13 Julai 2014

14051189791941399603
(Sumber: http://www.smh.com.au/world/indonesia-election-prabowo-comes-out-swinging-in-votes-dispute-20140711-zt3mz.html)
Tampil dalam wawancara di BBC News, Prabowo seperti orang yang tidak berpijak pada kenyataan. Bukannya menjawab dengan fakta dan argumen rasional, Prabowo malah menjawab pertanyaan dengan tuduhan-tuduhan pada pihak Jokowi. Ketika ditanya soal hasil lembaga survey kredibel seperti CSIS, Kompas dan SMRC, Prabowo langsung menuduh semua lembaga ini sebagai partisan dan completely not objective. Walaupun mengkritik Jokowisebagai tidak menunggu hasil resmi KPUPrabowo sendiri mengklaim kemenangan dirinya dengan argumen data real count yang dipunyai pihaknya (tapi tak ditunjukkannya). Michael Bachelard dari The Sydney Morning Herald mencatat klaim hasil real count dari Hashim Djojohadikusumo, manajer kampanye Prabowo, bahwa pihaknya menang dengan 51,67% (43,9 juta suara untuk Prabowo dan 40,1 juta suara untuk Jokowi). Michael juga mencatat hasil real count dari pihak PDIP dengan 53,24% dukungan bagi Jokowi dari lebih 50% real count yang telah masuk.
Ditanya mengenai style Prabowo dibandingkan style Jokowi yang lebih merakyat, Prabowo langsung menyerang bahwa Jokowi hanya berlagak (act) rendah hati dan merakyat. Prabowo justru menuduh Jokowi murni sebagai produk pencitraan dan sesungguhnya adalah alat penguasa. Ketika ditanya tentang rekam jejaknya yang berlumuran masalah HAM, Prabowo mulai meninggi suaranya. Ketika ditanya mengapa hal itu tidak dapat pernah dijernihkan, Prabowo sekali lagi menuduh bahwa isu itu selalu muncul dari pihak lawan untuk merusak namanya.
Penampilan Prabowo di BBC News membongkar seluruh sikap kampanyenya sendiri. Dalam keseluruhan interview, tampak tak ada niat untuk mengklarifikasi klaim dengan data dan fakta. Justru di TV internasional netral yang tak mampu dikontrolnya ini, yang ada hanya jawaban yang berupa tuduhan kepada pihak Jokowi. Prabowo juga sesumbar untuk menyediakan 16 lembaga survey yang dapat memberikan hasil yang memihak kepadanya,seolah-olah dengan uang segala sesuatu dapat dibeli dan diciptakan. Sesumbar semacam ini justru dilakukan di tengah maraknya informasi tentangpermainan yang dilakukan di lembaga surveynya sendiri. Dan seperti tidak menghiraukan praktek yang menimbulkan banyak pertanyaan di kubunya, Prabowo terang-terangan menuduh pihak Jokowi yang berusaha memanipulasi hasil pemilu dengan “grand design” mereka.
Sama sekali tak tampak jiwa ksatria dan kenegarawan dari Prabowo dalam interview ini. Jawabannya selalu dipenuhi tuduhan pada lawan. Padahal ini baru sekadar proses pemilu. Bagaimana kalau misalnya Prabowo harus berdiplomasi dengan negara lain dalam kasus yang sulit? Apakah yang sudah terbiasa hanya mampu menjawab dengan tuduhan tanpa dasar mampu bersikap lain ketika kondisinya lebih genting dan lebih banyak yang dipertaruhkan?
Ketika didesak dengan pertanyaan, bagaimana kalau dia kalah? Prabowo menjawab keras, “What?! I am confident I win!” Sementara itu, bukan hanya pengamat dalam negeri yang menganggap hasil quick count sebenarnya sudah jelas untuk kemenangan Jokowi, analis luar negeri Edward Aspinall dan Marcus Mietzner juga menegaskan kemenangan Jokowi dalam tulisan mereka.“Let’s be clear about one thing: Joko Widodo (Jokowi) has won Indonesia’s 9 July presidential election. If the formal vote counting and tabulation process concludes without massive fraud, he will be sworn in as the country’s new president on 20 October of this year,” tulis mereka. Kalau tanpa kecurangan, Jokowi akan resmi menjadi presiden Indonesia. Sementara itu, ketiga lembaga survey yang memenangkan Prabowo tidak hadiri undangan perhimpunan lembaga survey (Persepsi) untuk mempresentasikan hasil survey mereka.
Dalam sebuah wawancara di ABC News, Prof. Edward Aspinall dari Australian National University mengatakan bahwa ada risiko nyata niat untuk pemalsuan suara. Aspinall mengatakan bahwa jika ada yang sengaja membuatkebingungan dengan hasil quick count palsu, maka itu hanya masuk akal jika memang ada niat untuk melakukan pemalsuan suara. Aspinall mengatakan bahwa walaupun KPU pusat cenderung bersih, banyak KPU cabang daerah yang perlu diawasi karena rentan pemalsuan dan suap. KPK sudah memperingatkan KPU dan Bawaslu untuk tidak main-main dalam pemilu kali ini. Namun, pengawasan oleh rakyat dan keaktifan untuk melaporkan berbagai temuan akan sangat-sangat diperlukan.
Prabowo tanpa malu menuduh pihak Jokowi-lah yang berusaha melakukan kecurangan pemilu dengan lembaga survey yang justru kredibilitasnya diakui secara internasional. Dan walaupun sering meneriakkan slogan anti-asing, tim kampanye Prabowo mengakui mempekerjakan konsultan politik asal Amerika Rob Allyn. Aspinall mencatat bahwa Rob Allyn mempunyai keahlian dalamnegative campaign dan dalam memproduksi hasil survey yang menunjukkan seolah calon yang lemah terlihat kompetitif. Jadi tampaknya justru pihak Prabowo yang mempunyai “grand design” lengkap untuk manipulasi hasil pemilu.
Banyak hal yang terpaksa harus dipelajari sekaligus oleh rakyat Indonesia dalam pilpres kali ini. Kita memang tidak mengira bahwa pemilu bisa sekotor ini. Kampanye hitam, TV tanpa etika dan bahkan survey palsu mungkin bukan kurikulum ideal dalam pembelajaran demokrasi kita. Namun kita tetap tidak boleh gagal belajar. Cukup sudah Islam dipakai untuk politisasi dan kepentingan kelompok. Cukup sudah kita impor cara-cara kampanye hitam asing. Cukup sudah bulan suci Ramadhan dikotori dengan berbagai ambisi dan kebohongan! Kita harus berani ambil sikap dan secara serius membenci kejahatan!
Saya tak berhenti kagum pada Jokowi yang tampil sederhana di Metro TV danbilang bahwa Prabowo sesungguhnya patriot bangsa yang akan menjunjung tinggi kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia. Jujur saja, saya tak bisa seyakin Jokowi. Kali ini saya benar-benar berharap Jokowi benar.

Read Post | ulasan

Isnin, 10 Februari 2014

Read Post | ulasan

Wali Negeri Syariah yang Tak Perlu (Bisa) Baca Al Quran

Rabu, 4 September 2013

Aceh sebagai satu-satunya daerah dalam republik ini yang berbasiskan pada syariah Islam, dimana semua sektor dan kapabilitas para pemangku jabatannya diharapkan mengerti dan paham landasan-landasan syariah yang diimplementasikan dalam qanun-qanun yang diterbitkan oleh lembaga legislatif lokal, ternyata mendapat pengecualian khusus terhadap qanun Wali Nanggroe yang baru saja disahkan awal November lalu.
1352773868525448876
Menurut Abdullah Saleh, poin membaca Al quran hanya akan menurunkan derajad dan wibawa sang Wali Nanggroe. Bagaimana menurut anda? (Foto diambil dari Antara online)
Menurut Abdullah Saleh anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh, menyatakan bahwa poin syarat bisa baca Alquran bisa merendahkan wibawa, kharisma dan gezah sang Wali Nanggroe, sehingga tidak elok bagi Wali Nanggroe untuk dites baca Alquran di depan khalayak ramai. Tes baca Alquran cukup tersebut secara implisit saja.Sungguh ironis. pernyataan ini keluar dari mulut seorang wakil rakyat Aceh yang mayoritas anggotanya merupakan Fraksi terbesar di legislatif lokal. Ketika semua rakyat Aceh berkomitmen bersama untuk membumikan Al quran di Tanah Rencong, justru seseorang dari Partai Lokal terbesar di Aceh menafikannya dengan alasan membaca alquran akan merendahkan wibawa seorang Wali Nanggroe. Bahkan Rasulullah SAW pun membaca Al quran. Jangan-jangan Fraksi Partai Aceh menganggap bahwa Wali Nanggroe berkedudukan lebih tinggi daripada RasulullahNaudzuubillah Min dzaliik.
Sejatinya, membaca dan memahami Al quran adalah kewajiban bagi semua umat muslim di dunia. Al quran adalah warisan terbesar Rasulullah yang tak lekang oleh jaman dan merupakan pedoman paling logis dari semua ilmu yang ada di dunia. Oleh karenanya, menjadi konsekuensi logis bagi setiap pemimpin muslim untuk mengerti dan memahaminya. Bukankah akan tampak luar biasa jika Al quran menjadi satu-satunya sumber ilmu pengetahuan Sang Wali? dan bukankah justru akan meningkatkan wibawa  Sang Wali jika beliau dapat membacanya dengan baik dan benar? kecuali apabila memang Sang Wali pilihan eks kombatan GAm ini memiliki kekawatiran bahwa dirinya tidak fasih membaca Al quran.
Setiap jabatan yang diemban oleh pemimpin selalu membawa konsekuensi logis yang menuntut integritas, kapabilitas dan moral yang tinggi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Al quran merupakan pedoman yang paling baik bagi setiap pemimpin muslim dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Oleh sebab itu, bagaimana mungkin negeri yang berjuluk Serambi Mekah dengan syariah Islam sebagai landasan adat dan budayanya tidak menjadikan Al quran sebagai syarat utama untuk dipahami oleh pemimpinnya? Penyesatan ini hanya terjadi di Aceh
Read Post | ulasan (1)

Gugat Belanda Korban Pembantaian Westerling Menang, Belanda Minta Maaf

Sabtu, 10 Ogos 2013


Den Haag | acehtraffic.com - Pemerintah Belanda menyatakan telah memberi kompensasi 10 janda korban pembantaian tentara Belanda yang dipimpin Raymond Pierre Paul Westerling di Sulawesi Selatan dalam kurun waktu 1946-1947.

Dalam pernyataan yang dirilis di Den Haag Kamis lalu, Belanda juga mengatakan akan meminta maaf secara terbuka atas kejahatan tersebut. 

"10 janda telah menerima kompensasi atas eksekusi yang dilakukan pada suami mereka oleh militer Belanda," demikian pernyataan Pemerintah Belanda seperti dimuat New Straits Times, 9 Agustus 2013. "Duta Besar Belanda, atas nama pemerintah, juga akan menyampaikan maaf secara terbuka." 

Ini adalah akhir dari perjuangan keluarga korban. Pada 20 Desember 2011 lalu, pengacara HAM, Liesbeth Zegveld mengatakan, para janda korban mencari keadilan atas kematian suami mereka. Menyusul vonis Pengadilan Den Haag yang memenangkan korban pembantaian Rawagede.

Gugatan perdata dilayangkan, sebab tak mungkin untuk mengajukan tuntutan pidana pada kasus yang terjadi jauh di masa lalu. 

"Kami sangat gembira dengan keputusan tersebut. Tapi ini hanya langkah awal dari sebuah proses besar: Belanda harus minta maaf atas segala pembantaian dan eksekusi tak sah yang dilakukan di Indonesia," kata Liesbeth Zegveld. "Tak segampang itu, hanya meminta maaf kasus per kasus."

"Para janda telah menerima uang, jumlah yang sama yang diberikan dalam kasus Rawaged," tambah Zegveld.

Ketua Komite Utang Kehormatan Belanda Jeffry Pondaag mengatakan, negosiasi untuk menuntut ganti rugi janda korban Pembantaian Westerling sempat mandeg. Menurut Jeffry, kebuntuan tersebut akibat dari niat Pemerintah Belanda yang ingin membayar ganti rugi hanya 10 ribu Euro. 

"Itu penghinaan besar untuk Indonesia," kata Jeffry saat dihubungi, Jumat, 9 Agustus 2013. Menurut Jeffry, kebuntuan yang terjadi pada bulan April tersebut berakhir karena itikad baik dari Menteri Luar Negeri Belanda Frans Timmermans. Frans, kata Jeffry, menyatakan sangat menyesal atas Pembantaian Westerling dan berjanji untuk membicarakannya di kabinet.

Usai pembicaraan tersebut, Pemerintah Belanda menyetujui untuk menyelesaikan secepatnya kasus-kasus seperti rawagede dan Westerling. "Akhirnya, pengacara Belanda melanjutkan negosiasinya dengan pengacara kami," kata Jeffry. 

Sejak April hingga Agustus, kesepakatan yang dicapai hanya mengenai jumlah ganti rugi. Sedangkan untuk permintaan maaf, Pemerintah Belanda, masih merundingkannya. Menurut Jeffry, Frans dan Partai Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, Partai Volkpartij voor Vrijheiden Democratie masih berselisih pendapat. Frans setuju untuk meminta maaf keapda seluruh rakyat Indonesia, sedangkan Partai VVD merasa cukup meminta maaf kepada korban pembantaian.

"Seharusnya, pemerintah Belanda bangga punya menteri seperti Frans," kata Jeffry. Jeffry mengatakan, belum tahu pasti pemerintah Belanda akan meminta maaf dengan cara seperti apa. Namun Ia merasa gembira akhirnya ada menteri Belanda yang berani meneyelesaikan masalah ini.

Pada tahun 1946-1947 pasukan Belanda Depot Speciale Troepen pimpinan Raymon Westerling membunuh ribuan rakyat sipil di Sulawesi Selatan. Pembunuhan tersebut terjadi selama operasi militer Counter Insurgency (penumpasan pemberontakan). Sebanyak 40 ribu warga sipil, disebut-sebut menjadi korban pada peristiwa itu.


Kekejian Pasukan Westerling
Darah pernah tumpah di Makassar dan sekitarnya. Hanya setahun -- 1946 sampai 1947 tapi perilaku beringas Westerling dan para serdadunya meninggalkan sejarah kelam bagi masyarakat Sulsel. Sebanyak 40 ribu orang tewas dibantai, meski versi Belanda menyebut angka sekitar 3.000 . Sedangkan Westerling mengaku, korban 'hanya' 600 orang.

Dengan alasan mencari 'kaum ekstremis', 'perampok', 'penjahat', dan 'pembunuh' Westerling masuk ke kampung-kampung. Siapa yang dianggap berbahaya bagi Belanda, dibunuh.

Metodenya tak hanya menggunakan berondongan senapan. Dalam sebuah buku yang ditulis Horst H. Geerken, tak hanya menginstruksikan tembak tengkuk sebuah metode cepat dan mematikan untuk membunuh, komandan pasukan khusus Belanda itu juga menginstruksikan penggal kepala. 

"Ratusan karung sarat penggalan kepala dilarung ke laut untuk menghilangkan identitas," demikian isi buku Horst yang dikutip Indonesian Voices.

Westerling sendiri pernah mengakui perbuatannya itu. Pengakuan itu ia sampaikan dalam sebuah wawancara di sebuah program televisi di stasiun NCRV. "Akulah yang bertanggung jawab, bukan tentara di bawah komandoku. Aku sendiri, secara personal yang memutuskannya," kata dia dalam sebuah wawancara di tahun 1969, seperti dimuat situs Volkskrant, 14 Agustus 2012. 

Ketua Yayasan Komite Utang Kehormatan Belanda (K.U.K.B.) juga berencana membantu para korban menggugat pemerintah Belanda melalui pengadilan. Menurut Pondaag, apa yang terjadi pada masa agresi 1945-1949 itu adalah kekerasan struktural, bukan sekadar insiden. Ia beranggapan meskipun sudah nyaris tujuh dekade berlalu, Belanda tetap harus bertanggung jawab. (Baca: Masih Ada 76 Kasus Kejahatan Perang Belanda di Indonesia)

Ia meminta para korban agresi dan ahli waris generasi pertama mencatatkan diri ke tiga perwakilan K.U.K.B. di Indonesia dan dua perwakilannya di Eropa. Jeffry mengingatkan lembaganya bersifat nirlaba dan tak menarik bayaran sama sekali, (kontak mereka). | AT | I | Liputan6 | Tempo.co |
Read Post | ulasan
 
© Copyright Atjeh-Online 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all