Khamis, 17 Disember 2015

ASAL MULA ACEH DISEBUT SERAMBI MEKKAH



Pada abad ke 15 M, Aceh pernah mendapat gelar yang sangat terhormat dari umat Islam nusantara. Negeri ini dijuluki “Serambi Mekkah” sebuah gelar yang penuh bernuansa keagamaan, keimanan, dan ketaqwaan. Menurut analisis pakar sejarawan, ada 5 sebab mengapa Aceh menyandang gelar mulia itu. 

Pertama, Aceh merupakan daerah perdana masuk Islam di Nusantara, tepatnya di kawasan pantai Timur, Peureulak, dan Pasai. Dari Aceh Islam berkembang sangat cepat ke seluruh nusantara sampai ke Philipina. Mubaligh-mubaligh Aceh meninggalkan kampung halaman untuk menyebarkan agama Allah kepada manusia. Beberapa orang di antara Wali Songo yang membawa Islam ke Jawa berasal dari Aceh, yakni Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ngampel, dan Syarif Hidayatullah.

Peta Kuno Samudra



Kedua, Daerah Aceh pernah menjadi kiblat ilmu pengetahuan di Nusantara dengan hadirnya Jami’ah Baiturrahman (Universitas Baiturrahman) lengkap dengan berbagai fakultas. Para mahasiswa yang menuntut ilmu di Aceh datang dari berbagai penjuru dunia, dariTurki, Palestina, India, Bangladesh, Pattani, Mindanau, Malaya, Brunei Darussalam, dan Makassar.

Jami’ah Baiturrahman (Universitas Baiturrahman)


Ketiga, Kerajaan Aceh Darussalam pernah mendapat pengakuan dari Syarif Makkah atas nama Khalifah Islam di Turki bahwa Kerajaan Aceh adalah “pelindung” kerajaan-kerajaan Islam lainnya di Nusantara. Karena itu seluruh sultan-sultan nusantara mengakui Sulatan Aceh sebagai “payung” mereka dalam menjalankan tugas kerajaan. 

Kerajaan Aceh Darussalam


Keempat, Daerah Aceh pernah menjadi pangkalan/pelabuhan Haji untuk seluruh nusantara. Orang-orang muslim nusantara yang naik haji ke Makkah dengankapal laut, sebelum mengarungi Samudra Hindia menghabiskan waktu sampai enam bulan di Bandar Aceh Darussalam. Kampung-kampung sekitar Pelanggahan sekarang menjadi tempat persinggahan jamaah haji dulunya.

Pelabuhan Haji


Kelima, Banyak persamaan antara Aceh (saat itu) dengan Makkah, sama-sama Islam, bermazhab Syafi’i, berbudaya Islam, berpakaian Islam, berhiburan Islam, dan berhukum dengan hukum Islam. Seluruh penduduk Makkah beragama Islam dan seluruh penduduk Aceh juga Islam.

Orang Aceh masuk dalam agama Islam secara kaffah (totalitas), tidak ada campur adukantara adat kebiasaan dengan ajaran Islam, tetapi kalau sekarang sudah mulai memudar.



Memang mendengar kata serambi mekkah, mungkin sudah tidak asing lagi dibenak kita, namun tahukah anda siapa yang pertama sekali memberi sebutan aceh dengan nama serambi mekkah ?
 
1. apakah si bapak presiden pertama indonesia,soekarno?
2. apakah b.j habibie ? 
3. atau para pejuang lainnya yang berasal dari aceh, teuku umar misalnya ?

sebutan ''Serambi mekkah'' semuanya berawal ketika sang penjaga makam nabi Muhammad SAW yang bernama Syekh Ismail, beliau juga masih keponakan nabi. suatu malam beliau bermimpi bertemu Rasulullah, dan rasulullah berpesan kepadanya 

"wahai saudaraku,ambillah 5 pucuk surat yang ada di dalam ka'bah,dan carilah siapa anak manusia yang bisa membaca dan memberi makna akan isi surat tersebut"

kira kira seperti itulah percakapan mereka, lantas beliau tidak begitu saja percaya dengan mimpi tersebut, malam besoknya beliau kembali bermimpi seperti semula, dan terus berlanjut hingga ketiga kalinya, akhirnya beliau memutuskan untuk bertanya pada para sahabat dan ulama ulama disana tentang kebenaran mimpi tersebut, yang ditanyapun menyarankan agar beliau segera melaksanakan apa yang di perintahkan oleh Rasulullah, akhirnya beliau pergi menjelajahi semua benua di dunia ini, dari afrika ke amerika, dari amerika ke eropa dan terus berlanjut kebenua benua yang lainnya,

Perlu diingat saat hendak berkelana menjadi musafir ke seluruh dunia beliau saat itu berumur 20 tahun, tidak ada satu anak manusiapun yang bisa membaca surat dari dalam ka'bah yang ditulis oleh Rasulullah tersebut, setiap orang yang ditemuinya ia jelaskan maksud kedatangannya dan ia suruh baca dan artikan surat tersebut, namun tak ada satupun anak manusia yang bisa membacanya. 

Beliau hampir putus asa, dan suatu ketika beliau hendak kembali ke negerinya, di saat hendak naik ke kapal di dekat perairan selat malaka, pada saat itu selat malaka masih dalam kekuasaan kerajaan Aceh, beliau bertemu seorang pemuda yang sangat gagah perkasa, beliau bertanya asal usul pemuda tersebut dan menjelaskan maksud pengembaraan beliau yang saat itu beliau sudah menginjak tahun yang ke 80.

Saat itu beliau kira kira sudah berumur 100 tahun, kemudian sang pemuda mencoba membaca dan mengartikan makna dari isi surat - surat tersebut, alangkah terkejutnya syekh ismail ketika mendengar si pemuda tersebut dengan lancarnya menerjemahkan isi dari surat - surat yang di titipkan Rasulullah, lalu beliau bertanya siapa nama si pemuda tersebut, ya dialah MEURAH SILEU. atau bila diartikan dalam bahasa indonesia berarti merah silau, yang kini lebih di kenal dengan nama MAULANA MALIK IBRAHIM. dan lebih di kenal lagi dengan nama MALIKUSSALEH. dia lah pemuda yang gagah perkasa yang bukan hanya mengandalkan ketampanannya saja, tapi ia bisa membaca dan mengartikan surat penting dari Rasulullah SAW. Sungguh membanggakan, jadi bukan sembarangan orang yang memberi nama aceh serambi mekkah, tetapi nabi muhammad SAW sendiri yang memberi nama mulia tersebut, ini semua terlepas dari pro dan kontra di kalangan masyarakat kita, tetapi saat ini pantaskah aceh yang sekarang masih disebut dengan serambi mekkah karena dilihat dari merosotnya moral di sebagian masyarakat dan kalangan muda.

sumber :

1.  khatib lebaran idul fitri mesjid aree. di garot, sigli.
2. Tgk abdul aziz syah, Dakwah islam Maulid Nabi Muhammad SAW. di Lambunot, Aceh Besar .
Share on :

0 ulasan:

Catat Ulasan

 
© Copyright Atjeh-Online 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all